Kamis, 25 Maret 2010

Kerasukan Facebook

Bener kata lagunya GIGI, berwal dari Facebook baruku...dst...dst...kisahnya aja yang beda...hehehe...kali ini gw pengen iseng nulis tentang Facebook, dan sedikit keisengan gw di Facebook.
Facebook atau disebut juga dengan singkatan FB, banyak kejutan yang gw temui dari situs jejaring sosial ini. Gw bisa menemukan kawan-kawan lama, kawan yang dulu jaman sekolah tidak akrab mendadak jadi akrab gara-gara sering berinteraksi di situs ini. Sebelum pakai facebook gw adalah pengguna internet aktif, sekedar untuk menyalurkan hobi nulis, tercatat juga berbagai anggota mailing list untuk bertukar informasi dan wadah untuk diskusi, terdaftar juga di beberapa situs jejaring sosial sebelum FB merajalela termasuk yang paling bangkotan si Friendster.
Dan user FB ternyata beragam sekali latar belakangnnya, dari mulai tingkat pendidikan, status sosial, pekerjaan, hobi, dan banyak hal lagi. Dan facebook yang bisa melebur keberagaman itu jadi satu. Di situs jejaring lainnya gw selalu mendapatkan kesamaan dengan sebagian penggunanya, entah itu karena hobi nulis, hobi fotografi, hobi travelling, dsb.
Pengalaman gw lainnya, kalau di facebook gw akan konfirmasi kalau yang nge add atau gw yang add itu orang yang emang gw kenal, satu almamater (SMP,SMA,KUL), satu komunitas pekerjaan, atau gw liat juga dari mutual friend (teman-teman yang sama) dan gw kenal baik juga sama yang jadi mutual friendnya itu, kalau enggak si biasanya akan gw abaikan, dan sering juga gw me-remove beberapa contact gw, biasanya kalau yang sudah gw confirm jadi teman tapi ternyata ga asyik atau berlebihan. Beda saat gw mengambil keputusan di situs jejaring sosial semacam Multiply (MP), sebagian besar contact gw adalah mereka yang mempunyai kesamaan hobi dan gw ga kenal sebelumnya sama mereka, tapi jadi terjalin komunitas pertemanan yang mengasyikan. Beberapa kali kita bikin acara semacam Camping Ceria, Nonton Bareng (Film), atau sekedar nguliner di tempat yang direkomendasikan salah satu contact.
Dalam sejarahnya gw menggunakan MP, belum pernah denger supir angkot, tukang mie ayam, tukang ojeg, anak SD punya account MP. Mungkin karena fiturnya yang sedikit rumit, tidak terlalu banyak (ga da games, ga bisa chatting), tapi tetap saya pengguna setia MP sampai FB melanda pun.
Di MP atau situs jejaring sosial lainnya selain facebook, gw menemukan privacy dan keasyikan tersendiri apalagi kalau lagi pengen nge-blog yang agak sentimental, contact gw bisa berkomentar bebas tapi gw lebih nyaman mungkin karena kita tidak kenal secara nyata, jadi kayanya kok lebih mengejutkan, lebih seru, lebih lepas aja komen-komennya.
Kalau si tuit tuit alias Twitter, gw belum menemukan keasyikannya, garing aja kata gw, tapi sekarang kayana semakin banyak yang pake juga tuh, follow-follow an katanyah...
Kalau di Facebook…beuuh…bisa heboh se-antero dunia maya kalau gw update status, posting note sentimentil, atau foto-foto tengil, bahkan tak jarang update status gw selalu dihubung-hubungkan dengan hal-hal yang menurut mereka tahu (banyak yang GR kayanya) wekekekek.
Gw sebagai tuan rumah di Facebook pun kadang GR juga, saat si gebetan melontarkan hal-hal yang dia tahu dari update status gw (ketauan berarti dia ngintipin), atau bos gw (tepatnya para mantan bos gw) yang sering ngintipin status gw, sampai dia suka GR gw lagi memaki dia, nelanjangin kebusukan dia (kadang emang bener sih hahahaha, abisnya ngeselin), para mantan pacar gw yang diem-diem mau tahu siapa pacar gw sekarang, lagi deket sama siapa gw sekarang (aiih…aiih…inipun sering gw lakukan pd mereka, impas yo!!!)
Dan gilanya, saat gw di ambang kejenuhan, ada seseorang yang nge-add gw di FB, ga da mutual friendnya pula terang aja gw cuekin abiss! Eh dia getol banget kirim message, dengan segala alas an biar gw confirm akhirnya karena belas kasihan, gw add juga tuh orang. Setelahnya tuh orang aktif komen di update status gw (maklum gw termasuk banci status), kalau enggak dia aktif kirim wall ke gw, lama-lama dia mungkin merasa gw orang yang asyik buat becanda (hahaha PD akut yaks gw), dia penasaran dan minta nmr telepon gw dan entah lagi kerasukan setan mana gw pun kasih nmr hp gw.
Ada udang dibalik bakwan, dia melancarkan sms-smsnya, telepon gw berdering setiap malam. Mendadak setan di otak gw makin banyak, gw spontan bilang sama dia, lw suka ya sama gw? Kalau iya bilang aja terus terang atau mau gw jadi pacar lw.
Tuh cowok blingsatan, dan akhirnya kita jadian dengan perjanjian kita seru-seruan. Hahahaha edan!!!kata temen-temen gw, awalnya mampu mengusir kejenuhan gw tapi seminggu berjalan gw curiga tuh orang pake perasaan beneran, ngajakin ketemuan mulu terang aja gw ga pernah mau, gw sendiri yang akhirnya ketakutan berbagai cara gw lakukan untuk mengakhiri hubungan teraneh itu. Jurus ampusnya adalah gw bilang sudah memiliki calon (calon arang kayanya hahahaha)
Ga lagi-lagi gw iseng…gw ngerjain orang, takut ketulah, FBnya tuh orang dah gw remove, maafin gw yang khilaf yaks!!! Gw selalu mendoakan yang terbaik buat lw….Piss!!

Medio - Negeri Antah Berantah

Senin, 14 Desember 2009

Kabar Angin

Senyum itu memanggil jiwa
Membuatku mendekat, kuat bagaikan kekuatan magnet
Diantara parau, lirih suara kubisikkan
Kupanggil namamu dalam desahan nafasku
Menyembunyikan sunyi dalam kekekalan hati

Lepas dari busur waktu adalah rindu
Mencair dari kebekuan seperti hujan
Merambah perih dalam jantung hati

Engkau...teduh dalam potretmu
Tersimpan dalam bilik hati
Kusapukan jari di antara lelah
Dan, sombongmu kokoh dalam puncak gunung tertinggi

Tak soal jika hatimu tak kosong
Sebab pergerakan matahari yang selalu berputar
Mengganti fajar menjadi senja

Dalam gerimis sore ini
Kulukis wajahmu dalam sketsa jiwa
Mengenang, dan akan melangkah
Sampai engkau memanggil namaku...menggandengku...
Mengabarkan kejujuran hati

- Medio akhir 2009 -

Sukses Menurut "IKHa"

Sukses menurut gw bukanlah sekedar bekerja menjadi seorang copywriter di advertising kenamaan, menjadi wartawan media besar, atau menjadi media relations yang handal. Sukses adalah bagaimana gw bisa memanaj tantangan (masalah) sekarang dengan sikap seorang yang dewasa, berfikir bijak, dan selalu berusaha dekat dengan Nya.

Apapun hasil yang di capai nanti, itulah sukses sebenarnya, berani melapangkan, merelakan, berpikir positif, ketika gw bisa melewati semua ini dengan hati yang nyaman, dan senyum yang selalu terkembang.

Berusaha, berdoa, selalu menanamkan optimisme selalu gw camkan dalam pikiran. Gw sangat percaya hukum ketertarikan, ketika kita pancarkan energi positif setiap hari dalam hati dan pikiran, niscaya alam semesta dan seisinya akan merefleksikan hal yang sama.

Hidup penuh dengan ujian, jika kita lulus, kita akan naik kelas. Tentunya dengan kesabaran dan keikhlasan. Mengutip kata Seno Gumira Ajidarma dalam sebuah tulisan di Koran Nasional, " Boleh kan jadi orang biasa saja yang cukup puas asal bisa hidup mandiri, tidak jadi parasit, dan bisa berekspresi secara merdeka?, boleh kan tidak usah berkompetisi, santai menjadi juara enam saja, atau nomor dua belas, tidak usah pake dasi, tidak usah pake mobil mewah, tidak usah membungkung-bungkuk minta order, tidak usah sibuk cari muka depan atasan, menjadi warga kelas dua saja yang tidak usah nonton opera dan cukup puas nonton layar tancep, atau terkantuk-kantuk di muka TV nonton tayangan tidak berbobot?, boleh kan menjadi manusia yang sedang-sedang saja?

Berbahagialah orang yang biasa saja, tidak sukses menurut kacamata umum, selama mereka tidak punya beban. Dan bagi mereka yang memberhalakan kesuksesan, tapi gagal, boleh tunggu di lapangan parkir, siapa tahu meloncat dari lantai 20...hehehehe...

Gw lagi mencoba sekuat tenaga untuk lebih fokus dengan apa yang gw inginkan sekarang, mengkoreksi rencana, menata kembali impian gw. Dan, mungkin saatnya mencari penyemangat hidup yang serius, biar gw lebih fokus. Melupakan semua perasaan sakit hati, merubahnya menjadi semangat keceriaan setiap hari.

Dengan segala keterbatasan, gw akan tetap berjuang...gw ga mau membiarkan begitu saja mengecewakan orang-orang yang sudah memberikan jalan, dan dukungan.

Besok pasti akan lebih baik....!!!!!!!